Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

KORIDOR Bersama Mencerdaskan Bangsa

“Pendidikan itu penting!” kata sebagian orang. Biasanya pemikiran ini tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh dengan intelektualitas. Mereka yang menghargai ilmu mau berjuang bukan demi mendapatkan gelar katanya, tapi untuk bertahan hidup. Survive di dunia yang keras ini muncul dari anggapan bahwasannya manusia itu terlahir tidak langsung berhati malaikat, tetapi manusia itu justru cenderung berkonflik dan berkompetisi. Thomas Hobbes dalam karyanya yang berjudul De Cive (1651) menyatakan, “ Homo Homini Lupus, manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.” Asumsi ini lahir tidak dengan sendirinya bak dongeng Timun Mas yang keluar dari biji mentimun pemberian raksasa Buto Ijo. Hobbes ialah seorang pemikir yang lahir di lingkungan yang sangat mencekam, rendahnya nilai pendidikan, perang sipil, dan kucuran darah kebengisan para pihak yang bertikai seringkali menghiasi warna jalanan Inggris. Sulit memang, jika kondisi sosial pada saat ini disamakan dengan kondisi sosial pada a

Yuk Mengembangkan Diri Menjadi Manusia Bermanfaat Bagi Sesama

Memasuki abad ke 21 pengaruh globalisasi makin terasa kuat dan terbuka. Salah satunya dibuktikan melalui kemajuan dunia teknologi yang terus berinovasi untuk memudahkan dan menggantikan segala aktifitas manusia. Indonesia berada di tengah era yang baru dimana orang bebas berpendapat, berpihak dan membandingkan kehidupan antar n egara. Kualitas suatu Negara dapat dilihat melalui aspek p endidikan, oleh sebab itu kesadaran akan mutu pendidikan di Indonesia sangatlah penting.  Seperti termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 bahwasanya pendidikan adalah hak segala bangsa, maka tanggung jawab kita bersama untuk memajukan  kualitas pendidikan di Indonesia baik dalam sektor formal, non formal, maupun informal. Peran kaum muda khususnya mahasiswa untuk berperan aktif pada lingkungan dan berprestasi baik akademik maupun non akademik dapat memberikan pengaruh besar bagi kualitas pendidikan di Indonesia. Berkaitan dengan pendidikan kiranya kita juga perlu menengok peran kaum muda dalam upaya meng

Percayalah, Rindu Itu Berat

Lama sebelum aku tau CAMP KSE itu apa, waktu aku masih mengganggap camp membuang waktu belajarku, camp tidak terlalu penting karena real world aku hanya bergelut dibidang akuntansi dan teman-temannya,  camp mengurangi jatah absenku, camp capek harus makan cepat dan membuat ngantuk, camp membuat kulitku hitam, camp membuat tubuhku makin gemuk dan hal-hal buruk lainnya. Camp gak perlulah yaa yang penting beasiswa cair. Kenapa sih orang pulang camp itu lebay banget sama temen-temen universitas lain aku punya temen universitas lain tapi gak selebay itu tuh. Banyak lagi difikiranku, seburuk sangka itu aku terhdap camp KSE, sebegitu mengutuknya aku terhadap camp KSE. Temenku bilang kamu ngapain pelatihan KSE kok ada makan cepet segala, aku dari beasiswa *tuuuut* pelatihan enak toh dihotel dan gak ada makan cepet tidur kurang gitu. Semakin makin fikiran burukku terbangun karenanya. Memang, hidup ini adil. Karma berlaku disegala bidang. Satu waktu namaku terdaftar sebagai pese

Prestasi dalam Edukasi

Sumber foto : news.okezone.com Pendidikan merupakan suatu proses untuk mencapai sebuah kehidupan yang bermanfaat, karena pendidikan merupakan usaha yang sengaja dan terorganisir untuk mengkonstruksi dan membantu  perkembangan  potensi manusia. Pendidikan adalah salah satu kunci penentu bagi manusia modern untuk membuka peluang menuju keberhasilan hidup. Pendidikan bukan hanya dipandang sebagai hak asasi manusia, tetapi juga sebagai hak yang memungkinkan pemenuhan hak-hak asasi lainnya. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan adalah: "Tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, maksudnya yaitu menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya." Pendidikan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kualitas dan kemajuan suatu bangsa. Manusia dianggap mundur jika tidak ada pendidikan. Proses pendidikan berlangsung sepanjang hidup

Menulis Catatan

Pensil ini menarik tanganku Memaksa untuk mengelus kertas polos Memaksa untuk mencabut akar malas Memaksa untuk menulis dunia yang keras Huruf-huruf merangkai kata Kata-kata merangkai kalimat Kalimat-kalimat merangkai paragraf Apakah kamu mulai mengerti semua ini? Tidak kah semua akan berlalu? Tidak kah semua akan pergi? Tidak kah semua akan menjadi sejarah? Lagi, apakah kamu mulai mengerti semua ini? Isi catatanmu melukiskan isi kepalamu Dengan catatan, kita bisa ingat mutiara masa lalu Dengan catatan, kita bisa melawan kebodohan yang lalu Dengan catatan, kita memegang kunci yang baru Kevin Nur Rohmat Divisi Rumah Bahagia

Rokok Membuat Kamu Bisa Kaya

Sumber : halosehat.com Menurut sebagian orang rokok adalah sesuatu yang begitu dinikmati dan digemari dan tentunya itu adalah bagi penggemar smokers , yoman smokers terdengarkeren di telinga. Itu hanya keren di telinga tapi tidak keren un tuk dicerna dan diliat orang lain!!! Bagi para smokers beranggapan rokok dapat menjadikan rokok sebagai kebutuhan pokok dan penghilang rasa stress, BT, pusing dan kegalauan. Cielah kegalauan juga melanda smokers .. wkwk. Kalau kalian pernah muda pasti pernah dengar kata - kata orang terdahulu yang berkata“ lebih baik tidak makan, daripada tidak merokok” ada lagi “ Tidak Merokok setelah makan, rasanya seperti dipukulin orang sekampung”. Gilee gak n droo itu kata, maknanya lebih me milih tidak makan dan rasanya di pukulin orang sekampung, ajaib sekali perokok Indonesia ini. Padahal efek tidak makan lebih parah dari p a da tidak merokok. Perlu diingat ya teman-teman sekalian secara sadar maupu

Kesulitan Matematika? Yuk Simak Tips Menguasai Matematika

Sumber : Google.com Matematika, d ikatakan sebagai ratu ilmu pasti. Kenapa? Karena matematika kunci dari ilmu-ilmu S ains. Memahami ilmu eksak harus mengerti  ilmu dasar s ains sendiri yang didasari dari M atematika. Kebanyakan orang biasanya kurang menguasai Matematika, bahkan ada yang tidak suka Matematika. Tapi tenang kawan, ada beberapa t ips bagi ka mu yang ingin belajar atau yang ingin menguasai matematika. Berikut Tips yang perlu kamu coba yaitu 1. Pastikan kamu harus meluruskan niat. Jikalau niat awal kamu belajar Matematika hanya karena nilai, kamu hanya akan faham sesaat. Tapi jika kamu memang meniatkan untuk menambah ilmu, pastinya kamu sudah dijalan yang benar 2. Kenali lebih dalam Matematika. Layaknya kamu yang jatuh cinta dengan seseorang, pastinya kamu ingin mengenalnya lebih dalam. Begitu pun dengan Matematika, kamu harus mencoba mengenalinya lebih dalam. Selain mengenali, Satu hal yang terpenting  bagaimana kita tidak membencinya . 3. Jika kamu tidak ber

Belajar Sambil Bermain dengan UBS di Bogor

Sekitar pukul 9 pagi di tanggal 5 mei 2017 aku dan 5 temanku dari KSE UIN Jakarta berkumpul di halte UIN untuk berangkat ke K ebun R aya B ogor bersama-sama guna menjadi panitia UBS 2017 Regio n al Volunteering Event . Sesampainya disana kami bertemu dengan rekan-rekan KSE dari paguyuban lain seperti IPB, UI, UNJ dan UNTIRTA. Kami langsung mempersiapkan beberapa peralatan untuk acara tersebut. Sekitar pukul setengah 3 sore datanglah para peserta dari UBS dan anak-anak serta pendamping mereka dari Yayasan Emannuel. Acara dimulai dengan  kegiatan melukis pot yang diikuti oleh seluruh peserta.menurut kelompok masing-masing. Setelah itu peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Peserta UBS Asia Pasific wanita mengikuti pelatihan scarf buket yang dipandu oleh kak F izna, saya dan kak E zra. Adapun peserta UBS Asia Pasific pria mengikuti games mistery way sedangkan anak-anak dari yayasan Emannuel mengikuti games menemukan donat. Setelah seluruh permainan selesai, kegiatan dilanjutkan den

Tahukah Kamu Perokok Pasif 3 Kali Lebih Berbahaya dari Perokok Aktif?

Sumber Foto : panduanbpjs.com Banyak pakar kesehatan membuat pernyataan bahwa perokok pasif memiliki resiko mendapatkan penyakit berbahaya tiga kali lebih besar daripada perokok aktif. Pernyataan ini tentu saja tidak berarti bahwa perokok pasif sebaiknya menjadi perokok aktif agar resiko mendapatkan penyakit menurun. Namun, hal ini justru harus dijadikan perhatian bagi perokok aktif bahwa bahaya dari perilaku merokok mereka ternyata bisa menjangkiti keluarga tercinta. Kosumsi rokok di Indonesia mencapai 215 miliyar batang per taunnya. Di indonesia ada 60% perokok, 59% diantaranya adalah laki laki  dan 37% nya perempuan (hasbihtc, 2011). Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagihan, walaupun mereka tidak ingin mencobanya lagi. Beberapa bahan bahkan begitu beracun sehingga beberapa pabrik “rokok” besar biasanya akan memiliki standar yang tinggi untuk membuang bahan-bahan beracun yang sangat berbahaya terseb