Selasa, 29 Agustus 2017

Pengumuman Penerimaan Beasiswa Karya Salemba EMpat (KSE) UIN Jakarta Tahun 2017/2018

Assalamu 'alaikum Wr.Wb



Memasuki tahun ajaran 2017/2018, Yayasan Karya Salemba Empat telah menyelesaikan proses seleksi administrasi maupun seleksi wawancara di masing-masing kampus yang turut berpartisipasi dalam program Beasiswa Karya Salemba Empat.
Dari hasil tersebut, berikut kami sampaikan pengumuman Beasiswa Tahap 1. Rincian nama-nama mahasiswa yang menjadi penerima Beasiswa KSE (Perpanjangan dan Baru) tahun ajaran 2017/2018 yang tertera dalam daftar di bawah ini diterima sebagai peserta program setelah mengikuti proses seleksi.

Berikut Daftar nama Penerima Beasiswa KSE UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2017-2018 (*Tahap Verifikasi Kampus) :




Jika tidak muncul silahkan klik di sini

Para penerima beasiswa DIWAJIBKAN :
Melengkapi data registrasi online di website  dan mengisi data secara lengkap khususnya data bank dan nomor rekening atas nama sendiri sesuai ketentuan dibawah ini :
Rekening Bank Mahasiswa Perpanjangan dan Baru WAJIB menggunakan Rekening Bank BNI Taplus (konvesional), bukan BNI Taplus Muda / Syariah.
Para Penerima beasiswa wajib menggunakan Bank dengan Atas Nama sendiri sesuai yang tertera di KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan Buku Tabungan.

Apabila rekan-rekan penerima beasiswa yang belum memiliki rekening sesuai ketentuan diatas kami memberikan waktu tenggang sampai 31 Agustus 2017 (transfer beasiswa akan dilakukan pada awal September untuk Perpanjangan dan Pertengahan September untuk Penerima Baru).
Khusus bagi penerima beasiswa yang baru dan perpanjangan yang tercantum dalam pengumuman pada tahun akademik 2017/2018, dana beasiswa akan ditransfer setelah kami mendapatkan verifikasi dan surat konfirmasi balasan dari universitas/institut bahwa tidak mendapatkan beasiswa lain/double beasiswa.

KSE akan membatalkan beasiswa jika kemudian dinyatakan tidak diverifikasi oleh pihak Kemahasiswaan Kampus (misal karena mendapatkan double beasiswa dari pihak lain).

Selamat kepada para mahasiswa yang diterima dan terus tingkatkan prestasi!

Bagi teman-teman beswan baru, silahkan melakukan konfirmasi kepada Maya Agustina Waluyo 085795563888 dengan mengirimkan Nama, Nomor Handphone, dan Alamat Email Aktif.

Untuk informasi lengkap bisa klik di sini

Terima Kasih
Salam suKSEs!

Paguyuban KSE UIN Jakarta

Senin, 28 Agustus 2017

Apakah pribadi kita tergolong seorang pemimpin berkarakter Ideal atau tidak?

Manusia adalah makhluk sosial yang menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan menjadi pemimpin bagi orang lain di sekelilingnya. Menjadi seorang pemimpin berarti menjadi seseorang yang memiliki tanggung jawab yang lebih dalam hidupnya. Kalian pernah sadar gak sih.. kalau terkadang kita memiliki karakter seorang pemimpin yang kurang baik untuk ditiru ?? Okeee.. Yukk kita cari tauuuu..
Seorang pemimpin adalah individu dengan jiwa yang terlatih dan mampu melatih individu-individu lain untuk mewujudkan visi yang bersifat seragam. Seorang pemimpin diharuskan mampu melibatkan diri dalam unsur keberagaman sifat anggota yang menjadi tanggung jawabnya. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mampu membawa misi kelompoknya ke arah yang baik dan tetap teguh merangkul semua anggota kelompok, tanpa timbulnya perselisihan yang terjadi.
Ciri-Ciri Karakter Pemimpin Ideal
1.      Cerdas
Kecerdasan adalah titik tentu yang idealnya harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin ideal adalah pemimpin yang cerdas dalam membawa diri yang didukung dengan keunggulan berfikir dan peka terhadap hal-hal sekitar. Dalam menjalankan tugasnya, seorang pemimpin yang ideal akan mampu berfikir luwes dan memiliki ide-ide segar untuk keberlangsungan kepentingan kelompoknya.

2.      Inisiatif
Pemimpin yang berinisiatif adalah pemimpin yang mampu menggerakkan dirinya sendiri terlebih dahulu untuk memulai segala sesuatunya tanpa adanya paksaan. Inisiatifme diri jelas dibutuhkan oleh seorang pemimpin demi terciptanya solusi yang bersifat nyata dan menjanjikan.

3.      Bertanggung jawab
Bertanggung jawab disini berani untuk menanggung efek dari segala keputusan yang timbul akibat tindakan yang telah dilaksanakan. Pengambilan keputusan terhadap cara kerja dan pelaksanaan misi suatu kelompok tentunya diputuskan dengan tidak tergesa-gesa.

4.      Dapat dipercaya
Pemimpin yang dapat dipercaya adalah pemimpin yang mampu mendamaikan hati semua anggota. Dengan pemimpin yang dapat dipercaya, setiap anggota akan merasa lebih terpacu untuk menyatukan hati dan menciptakan keseragaman kelompok demi terciptanya keutuhan.

5.      Jujur
Kejujuran yang ada dalam diri seorang pemimpin akan menjadi ciri khas tersendiri yang mampu diandalkan oleh anggota. Pemimpin ideal dengan tingkat kejujuran tinggi akan mendapatkan kepercayaan yang luas dari kelompoknya.

6.      Rela berkorban
Rela berkorban berarti rela menerjunkan diri dalam kepentingan kelompoknya dibandingkan dengan kepentingan pribadi. Pemimpin yang rela berkorban akan mampu memfokuskan diri untuk mencapai visi kelompok secara detail. Pemimpin ideal yang rela berkorban akan mampu mengambil keputusan secara tepat tanpa merugikan banyak pihak.

Ciri-ciri Karakter Pemimpin tidak Ideal : 
1.      Hanya memerintah
2.      Jarang diskusi
3.      Tidak memberikan kepercayaan kepada anggota
4.      Tidak memberikan pujian
5.      Suka berkonflik
6.      Tidak terbuka
7.      Tidak bertanggung jawab
8.      Menyalahgunakan sumber daya
9.      Tidak percaya diri

Setelah membaca tulisan ini, kita bisa tau karakter pemimpin ideal itu seperti apa. Memang tidak mudah menjadi seorang pemimpin yang berkarakter ideal dan berkualitas, namun tetap kita berkaca diri. Seorang pemimpin bukanlah manusia sempurna namun, seorang pemimpin yang ideal dituntut untuk mengusahakan kesempurnaan untuk kemajuan visi kelompoknya atau anggotanya.
Yuk jadilah pemimpin ideal!

Siti Khodijah

Sekretaris KSE UIN Jakarta

Sabtu, 26 Agustus 2017

Mereka Bertanya

Saat hati tak lagi tenang
Saat diri tak terkendali untuk bertahan
Saat daya pikir tak mampu memberikan kesan
Disaat itulah tubuh tak mampu untuk tetap diam
            Keresahan selalu hadir dalam hati
            Merasa kebenaran diri yang paling hakiki
            Terus berpikir agar mampu mengkritisi
            Sehingga diri tak lagi mampu menyenangi
hati hanya berbisik saat mereka berkata
diri pun hanya diam saat mereka bertanya
bertanya akan sebuah kerinduan yang penuh dengan daya
yang mampu menenangkan rasa dalam dunia
            aku tersenyum melihat mereka tertawa
            kehangatan bagi mereka merupakan jawaban penuh daya
            pancaran kebahagiaan menjadi ukuran sebuah sebuah kepemimpinan
            pemimpin yang mampu dicintai tanpa perkataan hanya perlakuan


Karvin Fadila
Sekretaris

Tips Menjadi Pemimpin Masa Depan

Dalam ajaran agama Islam, hadits nabi menyebutkan bahwa setiap manusia adalah seorang pemimpin. Apakah Ia sebagai pemimpin negara, perusahaan, kepala keluarga, sebagai imam suatu umat, seorang wanita yang kedudukannya sebagai ibu rumah tangga dan bahkan seorang pembantu sekalipun ia adalah seorang pemimpin. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi yang artinya  “setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban”
Untuk menjadi pemimpin di masa depan tentunya bukan hal yang sulit jika dalam diri kita terdapat keyakinan, sikap dan sifat-sifat serta kualitas kepemimpinan yang baik, berikut merupakan beberapa tips yang bisa meningkatkan keyakinan, sikap, serta kualitas kepemimpinan mu :

  1. Kamu Harus Punya Visi
Visi merupakan konsep imajinasi seseorang atau beberapa orang pemimpin tentang masa depan dari suatu organisasi atau lembaga yang dipimpin. Akan seperti apakah lembaga yang dipimpinnya dimasa yang akan datang. Pemimpin yang baik harus memiliki visi yang baik dan menunjukkan komitmennya (visioner), sebagaimana Islam menuntut agar umatnya harus beriman kepada Allah dengan iman yang benar, karena dengan demikian Ia akan sampai kepada apa yang dicita-citakan.

  1. Kamu Harus Punya Inisiatif
Pemimpin yang tidak memiliki inisiatif akan membuat organisasi menjadi mandek serta tidak berkembang apalagi ingin ada perubahan, harapan agar organisasi bertumbuh sesuai dengan perkembangan tidak akan tercapai, sekalipun lingkungan (stakeholder) menghendaki.

  1. Kamu Harus Rela Berkorban
Pemimpin yang baik atau efektif harus mengedepankan sikap rela berkorban. Kualitas kepemimpinannya membuat bawahan atau pengikutnya senang dan menaruh harapan masa depan. Pemimpin yang beretika selalu menampilkan i’tikad baik dan tidak serakah dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.


  1. Kamu Harus Bertanggung Jawab
Bertanggung jawab merupakan prinsip yang melekat pada diri seorang pemimpin, setelah ia memangku suatu jabatan. Dalam sebuah hadis yang disampaikan oleh Ibnu Umar, Rasulullah bersabda ”setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya ( Riwayat Bukhari dan Muslim).

  1. Kamu Harus Percaya Diri
Percaya diri merupakan prinsip yang harus dimiliki pemimpin setelah  memiliki inisiatif. Bila pemimpin tidak percaya diri maka inisiatifnya tidak akan terlaksana. Pemimpin harus memiliki segudang pengalaman dalam menghadapi trial and error sehingga menimbulkan rasa percaya diri (self confidence) yang tinggi dalam merealisasikan visi atau misi (ide-ide) yang dimiliki.

  1. Kamu Harus Responsif
Pemimpin yang memiliki prinsip ini selalu merasa bahwa semua orang pasti mempunyai kebutuhan. Kebutuhan yang diharapkan manusia itu ada yang sama dan ada pula yang tidak sama. Proses dimana seorang pemimpin berusaha mengetahui dan merealisasikan kebutuhan bawahan maupun kebutuhan pelanggan itulah biasanya disebut responsif (tanggapan).

  1. Kamu Harus Inovatif
Inovatif atau inovasi selalu beriringan dengan kreatifitas. Prinsip ini mengharuskan pemimpin memiliki ide dan gagasan untuk membuat pembaruan-pembaruan atau penemuan-penemuan hal baru baik berupa produk, jasa, metode, kebijakan, dan lainnya. Untuk itu, seorang pemimpin harus cerdas terutama dari sisi intelektual.

  1. Kamu Harus Toleran
Organisasi bisa langgeng dan berkinerja secara maksimal, bilamana diantara sesama karyawan, karyawan dan pemimpin, maupun sebaliknya bisa saling menjaga, memelihara, dan bertenggang rasa.


  1. Kamu Harus Sederhana
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menempatkan posisinya ditengah-tengah orang yang ia pimpin. Maksudnya seorang pemimpin tidak sewajarnya hanya dekat dengan orang-orang yang  berada pada level atas saja, tapi juga bisa mendengar dan melihat dari dekat problema-problema yang terjadi pada orang-orang yang ada pada level bawah.

  1.  Kamu Harus Efektif dan Efisien
Dalam suatu lembaga, faktor ini sangat erat kaitannya dengan proses pemanfaatan sumber daya yang dimiliki dalam usaha mencapai tujuan dari lembaga atau organisasi. Sumber daya dimaksud antara lain seperti; biaya, tenaga kerja, energi, material, waktu, dan teknologi. Suatu kegiatan dikatakan produktif jika telah terjadi efisiensi pengelolaan masukan (input) dan efektif dalam setiap pencapaian sasaran.

  1. Kamu Harus Menjadi Teladan
Hampir disetiap organisasi terutama di negara kita, pemimpin selalu dijadikan contoh (panutan).  Pemimpin dianggap sebagai orang yang memiliki beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan yang dipimpinnya.

  1. Kamu Harus Terbuka
Keterbukaan (transparan) merupakan suatu sikap yang menjadi keharusan keberadaannya dalam suatu lembaga atau oganisasi. Di dalam Islam, sikap transparan atau membuka (membeberkan dan memberitahukan) apa yang diketahui tentang organisasi yang dipimpinnya kepada masyarakat merupakan suatu sikap yang terpuji. Dalam Alquran disebutkan:”Terhadap nikmat  tuhanmu, maka hendaknya kamu sebut-sebutkan (informasikan)” (QS. Adh-Dhuhaa (93): 11).

M Syahrur Rohman
Divisi Advokasi

Pemuda dan Pemimpin Masa Depan

Pemimpin merupakan individu yang bisa memberi pengaruh kepada individu lainnya. Sedangkan kepemimpinan merupakan cara memimpin suatu individu dalam mewujudkan tujuan bersama antara pemimpin dan anggotanya. Pada dasarnya setiap manusia diberikan potensi untuk memimpin oleh Tuhan Yang Maha Esa. Sebelum memimpin individu atau bahkan kelompok lain, seseorang telah berhasil memimpin dirinya sendiri karena itu adalah potensi besar untuk memimpin suatu lembaga. Namun saat ini banyak dari pemimpin yang tidak sanggup membawa perubahan bahkan kebaikan pada suatu lembaga, namun mereka justru merusak lembaga tersebut seperti korupsi, kolusi dan nepotisme adalah hal yang dapat merusak mental kepemimpinan yang dimilik oleh orang yang sedang memimpin.
Pemimpin saat ini dilahirkan dari pemuda masa lalu, sedangkan pemimpin masa depan dilahirkan dari pemuda saat ini. Pemuda yang memiliki jiwa pemimpin akan menggantikan pemimpin lama, yang biasa disebut regenerasi. Regenerasi haruslah dipersiapkan dari sekarang, agar tidak terjadi salah kaprah dalam memimpin. Namun pemuda saat ini lebih banyak yang apatis, egois, dan tidak memikirkan nasib bangsa ke depannya. Hal tersebut sangatlah mengkhawatirkan sebab mempersiapkan pemimpin yang baik harus dipersiapkan secara matang sejak dini agar menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan kriteria dam mempunyai mental kepemimpinan yang baik. Sebab pemuda adalah calon pemimpin yang diharapkan mampu mengubah negara menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tak hanya itu, pemuda juga harus sadar akan peran mereka yang sangat besar dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Karena menjadi pemimpin tidaklah mudah, jiwa kepemimpinan harus selalu diasah dan dikembangkan, karena jiwa kepemimpinan memang mungkin dapat dikatakan bawaan sejak lahir tetapi jika tidak diasah dan dikembangkan kemampuannya, dan juga diperlukan sebuah persiapan yang matang dan pembelajaran maksimal sejak dini. Karena pemuda saat ini menjadi cerminan keberhasilan kepemimpinan di masa depan.
Untuk menjadi pemimpin masa depan yang baik dibutuhkan sikap yang harus mengedepankan kejujuran, dan selalu mementingkan kemaslahatan masyarakat. Agar bangsa Indonesia tidak lagi diinjak-injak oleh bangsa lain, maka bangsa Indonesia harus memiliki tonggak yang kuat dalam membangun Indonesia, dan juga harus bangga hidup di negeri yang kaya akan segala hal.
Penentu baik dan buruknya masa depan suatu bangsa berada di tangan kaum muda saat ini, sebagaimana yang diungkapkan oleh Bung Karno dalam sebuah pidatonya mengatakan bahwa “beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Ungkapan ini menandakan bahwa meskipun jumlah pemuda lebih sedikit daripada orang tua namun dapat memberikan pengaruh yang besar bagi dunia. Ungkapan tersebut juga mengungkapkan betapa pentingnya peran kaum muda dalam berbangsa dan bernegara.


Ulyatin Tidhomah Jamil
Divisi Advokasi

Pemimpin dan Generasi Milennial

Bukan hanya karisma bawaan
Bukan pula yang pandai pencitraan
Sosok yang tegas kami butuhkan
Berintegritas juga tak kalah diperlukan

Ibu pertiwi sudah lelah dengan semua ketimpangan
Mulai dari pendapatan, pendistribusian,
Bahkan pembagian pekerjaan.
Semua berlomba-lomba mensejahterakan,
Apa yang disebut sebagai “ego kemanusiaan”

Adakah di antara kita yang siap?
Wahai generasi milennial
Mengentaskan ketimpangan pendapatan,
Mengentaskan apa yang dilakukan para pemangku kepentingan

Untuk itu…
Mari bersinergi…
Wahai sahabat-sahabat milenial-ku…
Untuk Indonesia yang sejahtera
Di masa yang kita cipta

Muhammad Rizki Achirlita
Divisi Advokasi

Tahukah Kamu Syarat Dasar menjadi Pemimpin?

Menjadi seorang pemimpin itu tidak gampang lohhh, butuh keahlian dan pengalaman, tetapi pada dasarnya setiap manusia di muka bumi ini adalah seorang pemimpin. Pasti temen temen dari UIN Jakarta sudah tau sendiri ya ayatnya, and now gw sebenarnya mau bahas tentang syarat dasar menjadi seorang pemimpin, kenapa harus syarat dasar? Karena orang orang lebih suka berkoar koar mengenai esensinya bukan didasarnya. Adapun syarat menjadi seorang pemimpin terdapat 10 kriterianya. Nahhh gw sekarang bakalan uraikan satu persatu syarat mejadi seorang pemimpin.
1.      Menjadi seorang pemimpin harus bersifat “siddiq” yang berarti benar. Belum dikatakan seorang pemimpin, bila masih suka berbohong (berkata tidak benar),  bagaimana orang bisa mendengarkan perkataannya bila dia suka berbohong, bahkan ketika di sebuah tempat ada calon pemimpin yang semuanya suka berbohong, maka hal yang paling diutamakan adalah yang paling sedikit berbohongnya.
2.       Menjadi seorang pemimpin harus bersifat “amanah” atau dapat dipercaya. Jadi seorang pemimpin itu ketika memberikan janji kepada para anggotanya, maka harus berusaha kuat untuk menepati janjinya itu. Seringkali orang mudah memberi janji dan melupakannya, tapi orang yang diberi janji biasanya tidak akan lupa. Pemimpin yang amanah bisa dilihat dari kehati-hatiannya berjanji, sedikit janjinya, tetapi selalu ditepati.
3.      Menjadi pemimpin itu harus menyampaikan dengan baik, apapun itu. Tidak boleh ada yang disembunyikan, walaupun hal itu menyinggung/tidak enak buat dirinya sendiri. Peribahasa mengatakan katakanlah kebenaran walaupun itu pahit.
4.      Terakhir seorang pemimpin harus fatonah atau cerdas. Ketika menjadi seorang pemimpin, seseorang itu harus cerdas. Mengapa harus cerdas? Hal ini dikarenakan nantinya sang pemimpin harus menahkodai organisasi yang dipimpin, serta menjalankan  visi, misi dan strategi dalam mengimplementasikannya.

Muhammad Abu T
Divisi Advokasi
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Our Reach

Our Reach

Our Donors

Our Donors