Minggu, 07 Januari 2018

Pengumuman Seleksi KSE CARE 2017/2018

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat Pagi,
Salam SuKSEs!!!

Alhamdulillah, pada pagi ini kami akan diumumkan hasil seleksi Program KSE CARE 2017/2018. Keputusan ini inshaallah sudah bulat, tanpa campur tangan dari pihak luar.

Berikut dua penerima bantuan Program KSE CARE 2017/2018:
1.    Hadi Aupa - Ekonomi Syariah semester 3
2.    Rangga Dwi Putera - Ekonomi Pembangunan semester 3

Kami ucapkan Selamat bagi para peserta yang sudah lolos, diharapkan kedatangannya pada hari Selasa, 9 Januari 2018 pukul 16.00 WIB bertempat di Sekretariat Paguyuban Karya Salemba Empat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk penyerahan dana bantuan Program KSE CARE.
Bagi para peserta yang belum lolos masih ada kesempatan untuk mengikuti atau mendaftar jalur Beasiswa yang lebih besar lainnya.
Jangan patah semangat,
Allah maha mengetahui yang terbaik bagi hambanya...


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Divisi Advokasi KA-ONE TA. 2017/2018
Paguyuban KSE UIN JAKARTA
Keep Sharing, Networking, & Developing
Bagi para peserta yang lolos, silahkan hubungi kontak dibawah ini untuk konfirmasi kehadiran:
Safira - 085742313670 (WhatsApp / SMS)

Terimakasih
Salam SuKSEs!!!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Follow sosial media Paguyuban KSE UIN Jakarta
IG @kseuinjkt
Twitter @kseuinjkt
Line @koe1501o


Minggu, 24 Desember 2017

Sharing Positif-Negatif Sosial Media, Yuk!



Sosial media (medsos) merupakan tempat dimana kita bisa mencurahkan dan membagikan apa yang kita pikirkan dan kerjakan, baik melalui instagram, facebook, line, whatsapp, dan masih banyak lagi yang lain. Era sosial media ini merupakan dampak dari tingginya trafik pengguna internet di dunia. Berawal dari facebook yang lahir dari seorang mahasiswa cerdas di harvard university,  era sosial media pun terus menunjukan eksistensinya dari saat itu.
Sampai sekarang medsos-medsos baru terus bermunculan. Hal ini dilatar belakangi oleh fasilitas untuk mengakses media sosial yang lebih mudah tiap waktunya. Di Indonesia sendiri, sosial media sudah menjaring hampir ke seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, anak SD jaman now udah cukup “melek” dengan facebook dan dan kawan-kawannya. Tapi tau ngga sih? Sosmed ternyata punya dampak positif dan negatifnya looh.
Positifnya, banyak. Selain ngebuat kita lebih mudah terhubung dengan dunia luar dan mengapurkan batas-batas jarak. Kelebihannya yang lain adalah lahirnya wirausaha-wirausahawan yang memasarkan produknya di sosmed. Malah peran adv yang tadinya mungkin cuma kita liat di tivi skarang sudah masuk kedalam lini ini. Tentunya hal ini ngasih banyak kelebihan dan pendapatan ekonomis dari sesuatu yang tadinya mungkin gaada nilai tambahnya (value added) menjadi sesuatu yang menjanjikan dan memberi penghasilan. Yang lebih mantabiun lagi, bermunculan seleb-seleb-an di sosial media, kalo di IG mungkin sebutannya selebgram. Nah si selebgram ini kane bener, dia cuma bantu publikasi produk atau jasa dari suata usaha dia udah dapet imbalan yang sebetulnya ga sebanding dengan usahanyaL.
Negatifnya, karena terlalu asik main di sosmed ini kita jadi suka lupa waktu. Ditambah lagi kita juga jadi cuek dan kurang peka dengan lingkungan sekitar (karena keasikan kali ya J). Belum lagi dampak negatif yang terjadi karena kemudahan kita buat terhubung satu sama lain, ini ngebuat kita malah jadi jarang ketemu secara langsung dan lebih ngandelin sosial media sebagai wadahnya. Tapi emang udah hukumnya deh kayanya, kalau dibalik sesuatu emang bakal ada positif dan negatifnya. Berarti tinggal gimana kita-nya aja buat nge-manage dan menyikapi sosmed ini.
Tanggapan kalian gimana nih good readers? Setuju nggak dengan adanya sosmed seperti sekarang? Penulis sendiri menginginkan sosmed. Tapiiii cukup sampe facebook sama twitter aja wkwk. Jangan kebanyakan kayak sekarang, karena terlalu mudah mengakses semuanya, hal-hal yang gampang malah jadi susah. Mau ngumpul susah, mau cerita jadinya cuma lewat chat, dan masih banyak ke-engga-seruan yang tercipta gara-gara kemudahan sosmed. Keep in note, paragraf terakhir hanya pendapat pribadi penulis aja ya.
Punya pendapat beda? Yuk sharing!


Oleh : Muhammad Rizki Achirlita
Divisi Advokasi Paguyuban KSE UIN Jakarta 2017-2018


Media Sosial

Saat ini media sosial menjadi sarana yang dinilai sangat membantu masyarakat dunia untuk berkomunikasi dengan kerabat dan teman yang jauh dengan kata lain mendekatkan yang jauh. Melalui media sosial kita dapat melakukan banyak hal seperti mengirim pesan teks, telepon (telepon suara dan video call), meninggalkan pesan suara hingga mengirim foto atau gambar. Berbagai cara berkomunikasi tersebut dapat kita tanpa biaya ekstra jika kita telah memiliki kuota atau paket internet.
Adanya media sosial dikehidupan sekarang ini secara pribadi sangat membantu saya. Facebook telah membantu saya berkomunikasi kembali dengan salah satu teman SMA (Sekolah Menengah Atas) yang sudah lama pindah ke Lampung dan juga membantu saya menghubungi teman masa kecil yang juga sudah pindah ke daerah Kota Bumi, Tangerang. Bagi saya, semakin berkembangnya media social, semakin mudah menjalin silaturahmi dengan kawan lama. Jarak bukan lagi penghalang untuk berkomunikasi dengan teman dan kerabat. Media sosial, Line dan WhatsApp juga telah membantu saya untuk tetap berkomunikasi dengan teman-teman SMA, Universitas, dan KSE.
 Tak hanya mempertemukan teman lama, media sosial bagi segelintir orang telah membantu mereka menemukan pasangan hidupnya. Feature cari jodoh yang ditawarkan juga beragam, jika kamu ingin mencari pasangan yang berasal dari negara lain pun sangat mudah. Yah…walaupun feature ini telah ada, saya sendiri pun belum pernah mendapatkan pasangan melalui sosial media, hahaha. Beragam feature yang ditawarkan sosial media saat ini dapat meningkatkan pamor sosial media di kalangan masyarakat luas.
Selain opportunity yang diawarkan, penggunaan media sosial juga memiliki kekurangan. Tak jarang sosial media sosial mencandui pikiran seseorang dan membuat mereka “menuhankan” sosial media itu sendiri. Banyak kalangan yang asyik dengan gadget, dan melupakan lingkungan sekitar. Sosial media memang telah mendekatkan yang jauh tetapi sosial media juga menjauhkan yang dekat. Hal seperti ini yang juga saya rasakan sendiri. Pada saat berkumpul dengan beberapa teman tak jarang mereka asik dengan kehidupan mereka sendiri di sosial media. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya mengatur penggunaan sosial media agar tidak lupa dengan lingkungan sekitarnya.

Oleh : Diah Andam Suri
Ketua Divisi Advokasi Paguyuban KSE UIN Jakarta 2017 - 2018

Tahukah Kamu Tentang Sisi Buruk Sosial Media?

Tahukah kamu?
Sosial media merupakan jendela tak terbatas untuk mendapatkan informasi, mengeksplor kreatifitas, pengetahuan, hoby dan banyak manfaat lainnya. Seseorang dapat mempromosikan dagangannya lebih mudah dan ekonomis, bertemu dengan kawan lama yang sudah tak berkabar, atau berkomunikasi dengan orang yang berada jauh dari tempat kita. Selain hal-hal menarik tersebut, media sosial tetap memiliki sisi negatif looh.
Sadar atau tidak, media sosial merupakan terlalu banyak menampung informasi tentang kita, bahkan privasi yang seharusnya hanya kita yang boleh tahu. Kemudahan mengaksesnya membuat hal-hal yang tidak diinginkan mudah terjadi, jika ada seseorang yang akan melakukan tindakan kejahatan, dengan mudah dapat mengetahui dimana keberadaan kita, kebiasaan kita, dan semua hal yang bersangkutan dengan kita. Jadi, bijaklah dalam menggunakan sosial media, walau menyenangkan dalam keseharian kita bisa mendapat sanjungan dan like, menjaga privasi juga penting looh, kita harus bisa memilah dan memilih informasi apa saja yang patut di posting, atau yang harus jadi privasi, semoga bermanfaat. “be a smart user social media”.



Oleh : Ilmiyatin Nupus

Divisi Advokasi Paguyuban KSE UIN Jakarta 2017-2018

 

Zaman Media Sosial


Tatkala dulu bersenda gurau
Bermain ria sambil berlarian
Congklak berjejer dimainkan
Kini...
Dunia maya lebih menggoda
Seakan tiada dunia fakta
Mata menatap layar kecil
Sambil menekan keyboard mungil untuk merangkai kata
Tiada lagi sapa sambil bertatap muka
Melainkan sapa lewat chatting yang terus dibaca


Oleh    : Zuhrotul Uyun
Divisi Advokasi Paguyuban KSE UIN Jakarta 2017 - 2018

 

Selasa, 05 Desember 2017

Menimbang Sisi Baik dan Buruk Media Sosial

       Fenomena generasi menunduk sudah menjadi pemandangan umum. Ketika kita berjalan sering kali kita lihat orang memainkan ponsel pintar mereka. Tak dapat kita pungkiri bahwa media sosial menjadi hiburan tersendiri bagi kita yang memiliki aktivitas padat. Disela-sela kepenatan, kita bisa mengobrol dengan teman yang terpisah ribuan kilometer jauhnya.
Namun permasalahannya adalah ketika kita terlalu asyik dengan dunia maya tersebut, bagaimana kehidupan kita di dunia nyata? Kebanyakan dari kita cenderung menjadi introvert dan lebih menjadi sosok yang pendiam. Tak ada salahnya menyebut media sosial mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Tetapi, hal ini membuat kita terlalu sibuk membangun dunia maya dan mengabaikan kehidupan dunia nyata. Intensitas mengobrol dengan keluarga berkurang, dan ketika berkumpul dengan teman-teman yang ada, semua sibuk berselancar di jejaring sosial. Kebiasaan seperti ini tidak bisa kita biarkan terus menerus karena dapat merusak hubungan di dunia yang sesungguhnya.

Berikut beberapa dampak positif yang didapatkan dari adanya media social.
1.      Mendapatkan informasi yang terkini dengan cepat.
2.      Berkenalan dengan orang-orang yang tidak kita ketahui sama sekali sebelumnya dengan cepat dan mudah.
3.      Menjadi wadah atau tempat bercerita, berbagi aspirasi bahkan untuk anak-anak yang sulit berinteraksi dengan orang lain.
4.      Media pertukaran data yang cepat dan akurat.
5.      Media sosial juga dapat digunakan sebagai media promosi yang lebih murah dan mudah karena memungkinkan para pengusaha kecil dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.
6.      Menyampaikan aspirasi secara langsung ke aparat pemerintahan tanpa melalui orang ketiga.
7.      Sebagai tempat transaksi jual beli, sehingga menjual barang tidak perlu memiliki toko.

Adapun dampak negatif yang didapatkan dari adanya media social sebagai berikut.
1.      Sulit bersosialisasi dengan orang sekitar secara langsung.
2.      Pengguna media sosial menjadi tidak peduli dengan keadaan sekitar.
3.      Menjadi terbiasa dengan bahasa yang tidak formal yang digunakan di media sosial sehingga sulit untuk menggunakan bahasa baku.
4.      Mengurangi privasi seseorang, karena setiap saat kita dapat mengetahui kondisi seseorang cukup melalui media sosial.
5.      Cyber crime, seperti hacking, cracking, phising, spamming, dan lain-lain dapat dengan mudah menyerang akun-akun publik atau pemerintahan.
6.      Memudahkan pengaksesan pornografi.
7.      Meningkatkan tindak kriminal penipuan yang dilakukan menggunakan media sosial, seperti oknum-oknum yang menggunakan online shop.

Sebaiknya menggunakan media sosial dalam batas wajar, tidak berlebihan terlebih melanggar undang-undang. Mari gunakan masa muda kita untuk hal yang lebih bermanfaat, menjadi generasi yang cerdas dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana. Media sosial akan membawa dampak positif apabila digunakan untuk hal-hal positif. Begitupun sebaliknya, media sosial akan menjadi menjadi penyakit bagi yang tidak pandai memanfaatkannya.
Selain itu, faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi seseorang untuk mengobati kecanduannya terhadap sosial media. Hendaknya berkomunikasi antaranggota keluarga dilakukan secara intens. Walaupun hanya meluangkan waktu untuk mengobrol, atau menonton televisi bersama. Langkah kecil tersebut akan memberikan manfaat yang besar untuk mengurangi ketergantungan kita pada gadget, khususnya pada aplikasi yang bernama sosial media.




Oleh : Febrian Ramdhani
Divisi Advokasi Paguyuban KSE UIN Jakarta

Tips Menghindari Berita Hoax


Sebagai pengguna smartphone di era millenial sekarang ini, seringkali kita mendapatkan informasi atau berita broadcasting yang dikirim bebas melalui akun sosial media yang kita miliki. Bagi kita yang merasa kudet (Kurang update) mungkin berita itu cukup berguna untuk menambah wawasan kita. Namun, tak jarang bahwa berita yang kita dapat ternyata hanya simpang siur dan berbeda dengan fakta yang terjadi. Berita palsu ini disebut berita Hoax. Sebagai mahasiswa atau masyarakat yang peduli dengan intelektualitas, sebaiknya kita harus lebih jeli dengan informasi berita yang kita dapatkan. Jangan langsung kita terima dan telan mentah-mentah berita yang didapat. Ada beberapa tips untuk menghindari berita Hoax.

1.      Jangan Mudah Percaya dengan Sebuah Berita
Mendapatkan informasi melalui smartphone sekarang ini bukanlah hal yang sulit. Tetapi kita perlu waspada dengan informasi ataupun berita yang didapat. Jangan mudah percaya dengan berita yang disebar secara mudah melalui akun sosial media kita. Cermati baik-baik isi dari berita tersebut, dan pahamilah sedikit info yang didapat.

2.      Bandingkan dengan Situs Terpercaya Lainnya
Setelah kita mendapatkan informasi dari berita broadcasting yang di-share melalui sosial media, lebih baik kita mencari keabsahan berita di situs lain.
Tidak hanya mencari melalui situs berita online yang terpercaya saja, melainkan juga keasliannya di website pihak terkait. Pahami isinya, dan bandingkan dengan informasi dari berita broadcasting sebelumnya.

3.      Kita Harus Kritis
Sebagai mahasiswa atau masyarakat yang peduli dengan intelektualitas haruslah kritis pada keabsahan suatu berita.

4.      Bersikap Netral pada Suatu Berita
Masyarakat boleh beropini. Namun, jangan langsung men-judge berita yang baru dibaca. Ada baiknya kita bersikap netral, jangan mengumbar kebencian dan ketidaksukaan di akun sosial media, karena sudah ada larangannya dalam Surat Edaran (SE) Kapolri soal Penanganan Ujaran Kebencian atau Hate Speech Nomor SE/06/X/2015, sehingga bukan hanya berita Hoax saja yang didapat, melainkan juga hukum pidana.

5.      Perhatikan Sumber Berita
Keabsahan beberapa sumber berita tidak menentu, oleh karena itu kita perlu menimbang mana situs berita yang terpercaya. Utamakanlah situs website pihak terkait sebagai sumber data primer.

So, sebelum menyebarkan berita broadcasting yang kita dapat, coba dipikir-pikir dahulu. Lakukan beberapa tips diatas agar kita tidak menjadi korban info Hoax. Apabila ditemukan konten negatif berupa informasi Hoax sebaiknya adukan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika via e-mail ke aduankonten@mail.kominfo.go.id. Selamat mencoba! 




Oleh : Safira Nadwa Adauly
Wakil Ketua Divisi Advokasi Paguyuban KSE UIN Jakarta
 

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Our Reach

Our Reach

Our Donors

Our Donors