Kegiatan relawan pendidikan di Gunung Kidul menjadi salah satu bentuk upaya nyata dalam mendukung pemerataan akses belajar bagi anak-anak sekolah dasar. Selama satu bulan, lima orang relawan menjalankan kegiatan pendampingan belajar dengan fokus pada penguatan kemampuan dasar, khususnya membaca dan berhitung. Wilayah ini masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam akses pendidikan, sehingga kehadiran relawan menjadi tambahan dukungan yang sangat berarti bagi anak-anak.
Pada tahap awal kegiatan, kondisi kemampuan belajar anak-anak menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Banyak anak belum mampu membaca dengan lancar, bahkan sebagian masih kesulitan mengenali huruf dan angka. Kemampuan berhitung sederhana seperti penjumlahan dan pengurangan juga belum sepenuhnya dikuasai. Meski demikian, anak-anak memiliki rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi. Mereka menunjukkan antusiasme setiap kali kegiatan belajar dimulai, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Lima orang relawan bekerja secara kolaboratif dalam mendampingi proses belajar anak-anak. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada penciptaan suasana belajar yang menyenangkan dan ramah anak. Kegiatan belajar dikemas melalui metode sederhana seperti membaca bersama, permainan edukatif, diskusi ringan, serta latihan berhitung yang dilakukan secara bertahap. Dengan cara ini, anak-anak merasa lebih nyaman dan tidak tertekan dalam proses belajar.
Selain kegiatan belajar utama, relawan juga mengadakan bimbingan belajar tambahan pada sore hari. Kegiatan ini menjadi pelengkap sekaligus penguat materi yang telah dipelajari sebelumnya. Dengan jumlah peserta yang lebih sedikit, pendampingan dapat dilakukan secara lebih intensif dan personal. Anak-anak yang sebelumnya enggan bertanya mulai berani menyampaikan kesulitan yang mereka hadapi. Proses ini membantu relawan memahami kebutuhan belajar setiap anak dengan lebih baik.
Perubahan positif mulai terlihat seiring berjalannya waktu. Anak-anak yang awalnya membaca dengan terbata-bata mulai mampu membaca kata dan kalimat sederhana. Kemampuan berhitung dasar juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dalam waktu kurang dari satu bulan, banyak anak menunjukkan kemajuan yang nyata, baik dari segi akademik maupun kepercayaan diri. Keberhasilan-keberhasilan kecil tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak untuk terus belajar.
Dampak kegiatan relawan pendidikan ini tidak hanya terlihat pada peningkatan kemampuan membaca dan berhitung, tetapi juga pada sikap dan semangat belajar anak-anak. Mereka menjadi lebih aktif, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kehadiran relawan memberikan rasa didampingi dan diperhatikan, sehingga anak-anak merasa lebih percaya diri dalam proses belajar.
Kegiatan relawan pendidikan di Gunung Kidul menunjukkan bahwa kerja sama dan kepedulian dapat memberikan perubahan yang berarti. Dengan melibatkan lima orang relawan yang saling mendukung, proses pendampingan belajar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Pengalaman ini menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kehadiran manusia yang peduli dan mau meluangkan waktu untuk menemani anak-anak belajar. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut berkontribusi dalam dunia pendidikan. Langkah sederhana seperti pendampingan belajar dapat menjadi awal dari perubahan besar bagi masa depan anak-anak, terutama di daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam akses dan kualitas pendidikan.
Oleh: Samantha Cahyani_Sekretaris Rubah
Posting Komentar