Selasa, 30 Mei 2017

Tahukah Kamu Perokok Pasif 3 Kali Lebih Berbahaya dari Perokok Aktif?

Sumber Foto : panduanbpjs.com

Banyak pakar kesehatan membuat pernyataan bahwa perokok pasif memiliki resiko mendapatkan penyakit berbahaya tiga kali lebih besar daripada perokok aktif. Pernyataan ini tentu saja tidak berarti bahwa perokok pasif sebaiknya menjadi perokok aktif agar resiko mendapatkan penyakit menurun. Namun, hal ini justru harus dijadikan perhatian bagi perokok aktif bahwa bahaya dari perilaku merokok mereka ternyata bisa menjangkiti keluarga tercinta.

Kosumsi rokok di Indonesia mencapai 215 miliyar batang per taunnya. Di indonesia ada 60% perokok, 59% diantaranya adalah laki laki  dan 37% nya perempuan (hasbihtc, 2011). Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagihan, walaupun mereka tidak ingin mencobanya lagi. Beberapa bahan bahkan begitu beracun sehingga beberapa pabrik “rokok” besar biasanya akan memiliki standar yang tinggi untuk membuang bahan-bahan beracun yang sangat berbahaya tersebut, jumlah perokok di Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di dunia. Jumlah perokok di negara-negara berkembang jauh lebih banyak dibanding jumlah perokok di negara maju.

Perokok pasif merupakan seseorang yang menghirup asap rokok dari perokok aktif. Asap yang dihembuskan dari rokok disebut asap utama, sedangkan asap yang melayang dari rokok yang masih menyala disebut asap sidestream. Kombinasi asap utama dan sidestream yang terhisap oleh seseorang disebut perokok pasif. Seseorang yang sedang merokok di dalam ruangan menyebabkan ruangan tersebut penuh dengan asap tembakau yang cenderung menggantung di udara ruangan dan tidak hilang. Dan orang-orang yang tidak merokok dalam ruangan tersebut mau tidak mau harus menghirup udara yang mengandung asap rokok tadi.
Paparan asap rokok dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian. Pakar kesehatan mengklaim bahwa dari 100 persen bahaya dari asap rokok, hanya 25 persen yang dirasakan oleh perokok aktif mengingat adanya filter pada ujung batang rokok. Sementara itu 75 persen sisa bahaya justru didapatkan oleh perokok pasif karena terpapar asap rokok secara langsung. Asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif memiliki setidaknya 4000 senyawa kimia berbahaya layaknya sianida, tar, arsenik, benzene, dan berbagai senyawa berbahaya lainnya. Dengan menghirup berbagai senyawa kimia berbahaya, maka perokok pasif tentu saja berpotensi mendapatkan penyakit-penyakit yang mengerikan.

Apa saja bahaya asap rokok bagi perokok pasif?
1.      Penyakit Jantung
Sama halnya dengan perokok aktif, perokok pasif juga memiliki resiko tinggi terkena penyakit jantung dan stoke tak peduli berapa pun usia anda mengingat asap rokok yang terhirup dapat mengganggu pembuluh darah dalam tubuh.
2.      Kanker Paru-paru
Tidak hanya perokok aktif, kanker paru-paru juga membayangi perokok pasif terlebih jika perokok pasif terpapar atau menghirip asap rokok setiap hari maka memiliki resiko tinggi terkenan kanker paru-paru. Selain kanker paru-paru perokok pasif juga bisa terkena kanker tenggorokan. Bahkan salah satu penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dibandingkan dengan perokok aktif, perokok pasif memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru.
3.      Gangguan pernafasan
Salah satu faktor utama penyebab timbulnya penyakit gangguan pernafasan utamanya pada anak-anak seperti: Asma, ISPA, Bronkitis, dan Pneumonia disebabkan oleh paparan asap rokok. Selain itu asap rokok juga dapat mengakibatkan fungsi paru-paru menurun sehingga akan sangat rentan terkena gangguan paru-paru. Nah perokok pasif yang sering terkena paparan asap rokok maka memiliki resiko tinggi terkena beberapa gangguan penyakit paru-paru tersebut.
4.      Kematian mendadak/dini
Selain penyakit jantung dan stroke sesorang yang sering terkena paparan asap rokok juga bisa mengalami kematian mendadak. Hal tersebut karena asap rokok dapat mengakibatkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah sehingga terjadi penyumbatan pembuluh darah yang bisa mengakibatkan kematian.
5.      Beresiko terkena kerusakan memori
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Northumbria University melaporkan bahwa perokok pasif yang terpapar asap rokok secara rutin beresiko mengalami kerusakan memori.
6.      Berisiko terkena Demensia parah
Demensia adalah kondisi dimana kemampuan otak menurun atau bisa dikatakan pikun. Nah dari hasil penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Anhui Medical University di China dan King College London, menunjukkan bahwa perokok pasif menderita demensia yang lebih parah dibandingkan dengan perokok aktif.
7.      Meningkatkan resiko meningokokus
Meningokokus adalah suatu penyakit yang timbul akibat infeksi yang disebabkan oleh kuman bakteri yang dikenal sebagai meningokokus. Penyakit ini kadang-kadang dapat menyebabkan meningitis, keracunan darah, kematian atau cacat.

Ayu Yusdiyanti
Divisi Rumah Bahagia

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Our Reach

Our Reach

Our Donors

Our Donors