Langsung ke konten utama

Tentang Kamu yang Diperdebatkan. Iya Kamu! Rakaat Sholat Tarawih

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat. Berbagai amal yang dilakukan di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya. Selain itu, dalam bulan Ramadhan terdapat sholat yang tidak ada di dalam bulan-bulan yang lain, sholat itu adalah sholat tarawih. Hukum sholat tarawih adalah sunnah muakkad (sunnah yang hukumnya mendekati wajib). Menurut para Imam Madzhab pada malam-malam bulan Ramadlan, waktunya adalah setelah salat Isya sampai terbit fajar dan disunnahkan shalat witir sesudahnya. Hikmah shalat tarawih adalah untuk menguatkan jiwa, mengistirahatkan dan menyegarkannya guna melakukan ketaatan; dan juga untuk memudahkan mencerna makanan sesudah makan malam. Apabila sesudah berbuka puasa lalu tidur, maka makanan yang ada dalam perut besarnya tidak tercerna, sehingga dapat mengganggu kesehatan; kesegaran jasmaninya menjadi lesu dan rusak. Akan tetapi mengenai berapa rokaat dalam sholat tarawih ulama’ masih khilaf, ada yang mengatakan delapan rokaat, ada yang mengatakan duapuluh rokaat, dan yang mengatakan selain bilangan tersebut. Karena berdasarkan hadis nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat yang mana dalam redaksi hadisnya berbeda-beda dalam bilangan rokaatnya.
Akan tetapi, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, beliau telah berijtihad bahwa rokaat tarawih adalah dua puluh rokaat, karena nabi terakhir kali melaksanakan sholat tarawih dengan dua puluh rokaat. Imam Abu Hanifah telah ditanya tentang apa yang telah dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab ra., maka beliau berkata:”Shalat tarawih itu adalah sunnat mu´akkadah. Dan Umar ra. tidaklah menentukan bilangan 20 raka´at tersebut dari kehendaknya sendiri. Dalam hal ini beliau bukanlah orang yang berbuat bid´ah. Dan beliau tidak melaksanakan shalat 20 raka´at, kecuali berasal dari sumber pokoknya yaitu dari Rasulullah saw.”
Imam Tirmidzi dalam Kitab Sunan Tirmidzi menyebutkan: ”Mayoritas ahli ilmu mengikuti apa yang diriwayatkan oleh Sayyidina Umar, Ali, dan Shahabat-shahabat Nabi SAW tentang shalat Tarawih 20 raka’at. Ini juga pendapat Ast-Tsauri, Ibnul Mubarak, dan Imam Syafi’i. Beliau Imam Syafi’i berkata: ”Inilah yang aku jumpai di negeri kita Makkah. Mereka semua shalat Tarawih 20 rakaat.”
Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ menceritakan dari Yazid bin Khushaifah, ”Orang-orang pada masa Umar melakukan shalat Tarawih di bulan Ramadhan 23 raka’at.”
Hadits ini dishahihkan oleh Imam Nawawi (lihat Al-Majmu’ dan al-Khulashah) , diakui oleh Al-Zaila’i (lihat Nashb al-Rayah), dishahihkan oleh Imam as-Subki (Syarah Minhaj), Ibn al-Iraqi (lihat Tharh at-Tatsrib), al-Aini (lihat Umdah al-Qari), As-Suyuthi (lihat al-Mashabih fi Shalat at-Tarawih), Ali al-Qari’ (Syarah Al-Muwaththa’) serta ulama-ulama yang lain.
Imam Ibn Taymiyah menulis: ”Telah diterima bahwa Ubay Ibn Ka´b biasa mengimami sembahyang untuk jamaah dengan 20 rakaat di bulan Ramadhan dan 3 rakaat witir. Dari sini, para ulama bersepakat 20 rakaat sebagai sunnat karena Ubay biasa mengimami jamaah yang terdiri atas Muhajirin dan Anshar dan tidak seorangpun di antara mereka menolaknya.” (Fataawa Ibn Taymiyyah hal.112)
Demikianlah bahwa telah nyata berdasarkan persaksian para Ulama Salaf bahwa Tarawih dilaksanakan di masa mereka adalah 20 rakaat dengan 3 rakaat witir. Ibadah Tarawih ini adalah ibadah yang dilakukan berjamaah dan dengan mudah diketahui berapa rakaat dilakukan, karena yang melakukan banyak dan merata di seluruh wilayah Islam. Kesamaan fatwa di masa para Ulama Salaf menunjukkan bahwa ibadah ini merata dilakukan dengan jumlah yang seragam, yakni 20 rakaat. Mustahil, hanya dalam waktu tidak sampai 2 abad seluruh ummat melakukan kesalahan secara seragam, sedangkan pada masa itu Islam dipenuhi oleh para Ulama yang tsiqah. Para Imam Madzhab dan para Imam Hadits tidak mungkin bareng-bareng salah semua. Kalau begitu, rusaklah ajaran agama ini sedari awal.
Pandangan para Ulama Salaf ini telah diterima oleh mayoritas ummat dan mendapatkan pembenaran dari Nabi SAW: ”Ikutlah kalian kepada dua orang sesudahku, Abu Bakar dan Umar.” (H.R. Imam Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW juga: “Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi hidayah.” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Rasulullah SAW juga bersabda: “Ummatku tidak akan bersepakat di atas kesalahan.” (HR Imam Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Maka, ikutlah manhaj yang dipegang oleh para Ulama Salaf dan jangan berpaling dari kesepakatan mereka.

Icha Rabbani
Divisi Rumah Bahagia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahukah Kamu Perokok Pasif 3 Kali Lebih Berbahaya dari Perokok Aktif?

Banyak pakar kesehatan membuat pernyataan bahwa perokok pasif memiliki resiko mendapatkan penyakit berbahaya tiga kali lebih besar daripada perokok aktif. Pernyataan ini tentu saja tidak berarti bahwa perokok pasif sebaiknya menjadi perokok aktif agar resiko mendapatkan penyakit menurun. Namun, hal ini justru harus dijadikan perhatian bagi perokok aktif bahwa bahaya dari perilaku merokok mereka ternyata bisa menjangkiti keluarga tercinta.
Kosumsi rokok di Indonesia mencapai 215 miliyar batang per taunnya. Di indonesia ada 60% perokok, 59% diantaranya adalah laki laki  dan 37% nya perempuan (hasbihtc, 2011). Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagihan, walaupun mereka tidak ingin mencobanya lagi. Beberapa bahan bahkan begitu beracun sehingga beberapa pabrik “rokok” besar biasanya akan memiliki standar yang tinggi untuk membuang bahan-bahan beracun yang sangat berbahaya tersebut, jumlah perokok di Indonesia menduduk…

Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Paguyuban KSE UIN Jakarta

Setelah kegiatan kami pada sosialisasi kepada para pengurus Paguyuban KSE UIN Jakarta, dengan berbagai pertimbangan dan waktu yang tersedia untuk kami. Saat ini kami segenap anggota Paguyuban KSE UIN Jakarta telah melaksanakan kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan.

      Kami memilih penyelenggaraan sosialisasi ini secara outdoor, dimana Kami mendatangi para pekerja,pedagang, dan lainnya yang berada diwilayah sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah  Jakarta. Kegiatan ini terselenggara pada tanggal 12 Januari 2016. Diawali dengan meeting point di Lobby Timur Fakultas Ilmu Tarbiyah & Keguruan (FITK).
       Dan dilanjutkan dengan pembukaan serta pengarahan dari Ketua Paguyuban KSE UIN Jakarta (Apipudin). Penjelasan singkat mengenai sistem sosialisasi yang kami lakukan. Didalam kegiatan ini Kami membagikan brosur BPJS Ketenagakerjaan serta menjelaskan dan menjawab pertanyaan - pertanyaan seputar BPJS Ketenagakerjaan. Kami menyebar secara bersama-sama, bekerjasama melakukan s…

Pembukaan Pendaftaran Beasiswa Karya Salemba Empat Tahun Akademik 2019-2020

Karya Salemba Empat kembali membuka kesempatan kepada para Mahasiswa UIN Jakarta untuk ikut serta dalam Program Beasiswa Reguler Karya Salemba Empat Tahun Akademik 2019/2020.

Beasiswa yang ditawarkan berupa tunjangan pendidikan yang akan diberikan kepada Mahasiswa Strata 1 (S1) yang telah menempuh pendidikan minimal semester kedua.

Persyaratan pendaftaran Beasiswa KSE:
Persyaratan penerima Beasiswa KSE :
1. Program Beasiswa diutamakan diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu
2. Mahasiswa yang bersangkutan belum menikah
3. Mahasiswa yang bersangkutan tidak sedang menerima beasiswa dari fakultas, universitas, lembaga atau pihak ketiga lain.
4. Beasiswa diberikan dalam bentuk tunjangan biaya hidup sebesar Rp.600.000,- (enam ratus ribu rupiah) per bulan nya.
5. Beasiswa ini diberikan tanpa ikatan kedinasan atau apapun terhadap mahasiswa penerima maupun pihak Kampus.

Peserta WAJIB melakukan registrasi online di www.beasiswa.or.id
Peserta WAJIB mengisi seluru…