Langsung ke konten utama

Vaksin COVID-19 untuk Kesehatan Negeri

 

Vaksin COVID-19 untuk Kesehatan Negeri


Wabah COVID-19 yang tengah melanda seluruh dunia telah membawa dampak yang signifikan bagi semua pihak. Begitupun di Indonesia, wabah COVID-19 yang diumumkan pertama kali pada bulan Maret 2020 berdampak signifikan pada berbagai sektor terutama kesehatan dan perekonomian Indonesia. Mengembangkan vaksin tidaklah mudah. Ada banyak tahapan dalam prosesnya yang umumnya tidak diketahui para awam. Mulai dari memahami karakteristik dan perilaku virus, menilai keamanannya bagi tubuh, uji hewan pre-klinis, hingga pengujian praklinis. Di samping itu, tak ada satupun institusi yang punya kapasitas atau fasilitas untuk mengembangkan vaksin secara mandiri. Jadi, atas dasar inilah negara-negara di dunia bekerja sama untuk menemukan vaksin COVID-19.

Presiden Republik Indonesia (RI) telah membentuk tim nasional percepatan pengembangan vaksin COVID-19 demi menghentikan perkembangan virus ini. Keputusan Presiden Nomor 18/2020 yang dikeluarkan pada tanggal 3 September 2020 menetapkan pembentukan tim pengembangan vaksin COVID-19 di bawah pengawasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pemerintah Indonesia memperkirakan akan menerima 30 juta dosis vaksin pada akhir tahun 2020 melalui perjanjian bilateral dengan berbagai produsen vaksin dan tambahan 50 juta dosis pada awal tahun 2021. Saat vaksin yang aman tersedia, Pemerintah Indonesia berencana segera melaksanakan vaksinasi sebagaimana diamanatkan Perpres yang dikeluarkan pada awal bulan Oktober. Bahan baku vaksinasi COVID-19 tiba di Indonesia pada tanggal 6 November 2020. Kemudian pada tanggal 25 Maret 2021, Indonesia kembali menerima vaksin COVID-19 produksi Sinovac dalam bentuk bahan baku vaksin sebanyak 16 juta.

Sejak vaksin COVID-19 tiba di Indonesia, masih banyak masyarakat yang belum setuju akan anjuran pemerintah untuk menjalani vaksinasi COVID-19 dan belum bisa menerimanya. Padahal, pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan hanya untuk melindungi masyarakat dari COVID-19, tetapi juga memulihkan kondisi sosial dan ekonomi negara yang terkena dampak pandemi. Vaksinasi ini bertujuan untuk membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Dengan adanya vaksin ini diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat virus COVID-19 ini. Walaupun mungkin tidak sepenuhnya melindungi, setidaknya vaksin ini dapat memperkecil angka penyebaran COVID-19 pun memperkecil kemungkinan terjadinya gejala yang berat akibat COVID-19.

Selain itu, vaksin ini bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), karena pada kasusnya ada beberapa orang yang tidak bisa diberikan vaksin karena alasan tertentu. Orang-orang tersebut biasanya yang berusia dibawah 18 tahun dan orang-orang dengan penyakit tertentu seperti diabetes, dan lain sebagainya. Jadi, dengan mendapatkan vaksin COVID-19, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar Anda yang belum memiliki kekebalan terhadap virus Corona.

Cara kerja vaksin virus covid-19 dalam tubuh akan sama dengan vaksin lainnya. Vaksin merupakan suatu bahan atau produk yang digunakan untuk menghasilkan sistem imun dari berbagai penyakit. Di dalam vaksin terdapat berbagai produk biologi, dan bagian dari virus atau bakteri, maupun virus atau bakteri yang sudah dilemahkan. Maka dari itu, produk inilah yang berguna untuk merangsang munculnya antibodi atau kekebalan tubuh. Vaksin COVID-19 akan merangsang sistem imunitas untuk membuat zat kekebalan tubuh (antibodi) yang bertahan cukup lama. Kemudian, zat ini nantinya akan melawan antigen dari patogen (virus corona) COVID-19 masuk ke dalam tubuh. Namun, apabila antigen penyakit COVID-19 menyerang kembali, maka akan muncul reaksi imunitas yang kuat dari tubuh.

Saat ini, Indonesia sudah memulai vaksinasi COVID-19 sejak awal tahun 2021. Vaksinasi COVID-19 di Indonesia pertama kali diberikan kepada Presiden RI, sejumlah pejabat, tokoh agama, serta beberapa perwakilan masyarakat pada tanggal 13 Januari 2021 di Istana Negara. Sehari setelahnya, vaksinasi dilakukan serentak dan bertahap kepada tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan di 34 provinsi. Vaksinasi perdana bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun telah dilaksanakan pada Senin, 8 Februari 2021.

            Pemberian vaksinasi COVID-19 diberikan secara bertahap. Pada periode pertama yaitu di bulan Januari-April 2021, vaksin mulai diberikan kepada tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Pada periode berikutnya yaitu di bulan April 2021-Maret 2022 vaksin diberikan kepada masyarakat rentan dari aspek sosial, ekonomi. Sesuai jadwal berikut, diharapkan pada Juni 2021, sekitar 20% masyarakat sudah mendapatkan vaksin COVID-19.

    Pelayanan vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau milik masyarakat/ swasta yang memenuhi persyaratan berdasarkan SK Dirjen Teknis Vaksinasi COVID-19 Nomor. HK.02.02/4/1/2021, meliputi:

1. Puskesmas, Puskesmas Pembantu

2. Klinik

3. Rumah Sakit dan/ atau

4. Unit Pelayanan Kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

Alur pelayanan vaksinasi baik di puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya maupun pos pelayanan vaksinasi, telah diatur dalam Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor Kemenkes, nomor: HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Berikut ini adalah alur pelayanan vaksinasi COVID-19 baik di puskesmas, klinik, rumah sakit ataupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya sebagai berikut :

1. Calon penerima vaksin COVID-19 telah melakukan registrasi ulang dan datang tepat waktu sesuai jadwal di lokasi yang sudah ditentukan

2. Calon penerima vaksin COVID-19 menunjukan e-ticket dan bukti identitas lainnya untuk dilakukan verifikasi. Pendaftaran daan verifikasi data dilakukan di meja 1.

3. Setelah identitas sudah terverifikasi calon penerima vaksin lanjut untuk melakukan skrining di meja 2.

4. Petugas kesehatan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik sederhana untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit penyerta (komorbid). Setelah calon penerima vaksin dinyatakan sehat, maka proses vaksinasi di meja 3 dapat dilakukan.

5. Calon penerima vaksin diberikan vaksin COVID-19 secara aman.

6. Setelah itu pada meja 4, Petugas mencatat hasil pelayanan vaksinasi sedangkan penerima vaksin diobservasi selama 30 menit untuk memonitor kemungkinan KIPI dan penerima vaksin memperoleh kartu vaksinasi.

 

 

Sumber :

https://covid19.go.id/masyarakat-umum/tahapan-kedatangan-vaksin-COVID-19-di-indonesia

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5370421/kapan-vaksin-COVID-19-diberikan-ke-masyarakat-ini-jadwalnya

http://p2p.kemkes.go.id/program-vaksinasi-COVID-19-mulai-dilakukan-presiden-orang-pertama-penerima-suntikan-vaksin-COVID-19/

https://covid19.go.id/storage/app/media/Hasil%20Kajian/2020/November/vaccine-acceptance-survey-id-12-11-2020final.pdf

https://www.halodoc.com/artikel/begini-cara-kerja-vaksin-virus-corona-pada-tubuh diakses pada 31 Maret 2021 pukul 01.04 WIB.

img src : <a href="https://www.freepik.com/photos/background">Background photo created by rawpixel.com - www.freepik.com</a>

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Leadership untuk Masa Depan Mahasiswa

Leadership atau biasa disebut kepemimpinan , merupakan cara seseorang untuk memimpin orang lain guna mencapai tujuan bersama. S eorang mahasiswa wajib memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. M emiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi tidak bisa di peroleh dalam waktu satu malam , perlu pelatihan secara terus menerus. Se benarny a dalam diri setiap manusia telah diberikan anugerah dan potensi yang besar oleh Tuhan Yang Maha Esa . K ita hanya perlu mengasah potensi yang telah diberikan agar bisa bermanfaat bagi sesama. S alah satu upaya untuk memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi adalah dengan ikut terlibat dalam berbagai kerjasama ( teamwork ) dalam suatu team . B ekerjasama dengan team membuat mahasiswa banyak belajar bagaimana memecahkan masalah, memberikan ide dan gagasan, mempengaruhi orang lain, serta merealisasikan ide dan gagasan tersebut dengan baik. P emimpin masa depan dilahirkan dari pemuda masa k ini.   Pemimpin yang saat ini bekerja untuk rakyat tidak serta

Peran Pemuda Memajukan Literasi di Daerah 3T

Pendidikan merupakan proses pembelajaran yang menitikberatkan pada berkembangnya manusia dari yang tidak tahu menjadi tah u. D alam hal ini , pendidikan dapat diartikan juga sebagai proses memanusiakan manusia. Selain itu, pendidikan juga dapat didefinisikan sebagai usaha sadar untuk mencapai taraf hidup dan menumbuhkembangkan kualitas diri. Ki Hajar Dewantara menjelaskan , pendidikan termasuk tuntutan dalam hidup dan tumbuh kembang anak-anak. M aksudnya, pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Mutu Pendidikan Indonesia Dalam konteks Indonesia , pendidikan masih ada dalam taraf berkembang. Bahkan , menurut laporan yang dirilis oleh International Student Assessment  (PISA) pada 2018 lalu, Indonesia berada di posisi "tertinggal" dari negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam . Memang , mutu pendidikan di Indonesia terbilan

FAQ Seputar Beasiswa Karya Salemba Empat

  FAQ Seputar Beasiswa Karya Salemba Empat 1.      Apa itu KSE? Jawaban: Yayasan Karya Salemba Empat adalah yayasan yang berkomitmen untuk membantu pendidikan anak-anak bangsa. Berdiri pada tahun 1995 dengan jumlah founder sebanyak 8 orang dari FE UI. Para Ayahanda kami pada awalnya resah melihat kondisi teman-temannya yang kurang mampu untuk melanjutkan perkuliahan dan pada akhirnya mereka berinisiatif untuk mengumpulkan uang jajannya perbulan untuk memberikan bantuan kepada 4 Mahasiswa FE UI.   Pada tahun 1996 Yayasan Karya Salemba Empat resmi menjadi sebuah Yayasan/Foundation dengan jumlah penerima beasiswa sebanyak 10 mahasiswa dengan motto Sharing, Networking and Developing akhirnya Yayasan KSE berhasil membuka pendaftar dari luar UI. Hingga saat ini tercatat sudah 34 PTN (dari Sabang sampai Merauke) yang menerima manfaat beasiswa ini dengan total penerima sebanyak kurang lebih 12.000 mahasiswa dan Yayasan KSE dinobatkan sebagai beasiswa dengan penerima terbanyak kedua se-Indo