Langsung ke konten utama

Percayalah, Rindu Itu Berat


Lama sebelum aku tau CAMP KSE itu apa, waktu aku masih mengganggap camp membuang waktu belajarku, camp tidak terlalu penting karena real world aku hanya bergelut dibidang akuntansi dan teman-temannya,  camp mengurangi jatah absenku, camp capek harus makan cepat dan membuat ngantuk, camp membuat kulitku hitam, camp membuat tubuhku makin gemuk dan hal-hal buruk lainnya.

Camp gak perlulah yaa yang penting beasiswa cair. Kenapa sih orang pulang camp itu lebay banget sama temen-temen universitas lain aku punya temen universitas lain tapi gak selebay itu tuh. Banyak lagi difikiranku, seburuk sangka itu aku terhdap camp KSE, sebegitu mengutuknya aku terhadap camp KSE.
Temenku bilang kamu ngapain pelatihan KSE kok ada makan cepet segala, aku dari beasiswa *tuuuut* pelatihan enak toh dihotel dan gak ada makan cepet tidur kurang gitu. Semakin makin fikiran burukku terbangun karenanya.

Memang, hidup ini adil. Karma berlaku disegala bidang. Satu waktu namaku terdaftar sebagai peserta Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) Scholarship Camp Batch 2 yang dilangsungkan di Hotel Bentani, Cirebon. Entah kenapa bukan kesal yang aku rasakan, melainkan rasa penasaran yang sangat amat. Entah darimana perasaan itu muncul.
Hari H pun tiba, sehari dua hari berjalan begitu asing rasanya langsung mau pulang, gamau ikut positive fighter karena impossible bisa ngumpulin duit tanpa modal. Gak tahan nahan ngantuk waktu materi karena efek makan cepat tidur kurang. Rasanya mata udah wangi fresh care. Rasanya pengen cepet-cepet balik ke Ciputat! Oh Ciputatt aku kangen!

Hari ketiga berlalu, hari keempat datang. Semakin banyak teman yang merasakan hal sama, susah sama-sama, makan cepat bersama-sama tidur kurang juga bersama-sama. Mulai dikenal dan mulai mengenal, mulai mengenal mulai sayang. Mulai sayang mulai gak mau pisah. Daaaan itu dia karma datang. Menjelang hari-hari terakhir rasanya gak mau pulang. Gak mau kuliah. Gapapa deh makan cepat tidur kurang yang penting bareng-bareng di Cirebon.

Oooh ternyata ini yang dirasain teman-teman lainnya yang pulang setelah camp. Yang susah move on dari campnya. Oh ini ternyata rasanya lebay karena LDR-an sama familynya yang udah terlanjur sayang. LDR-an sama temen satu pleton dan satu camp CCFI Batch 2.
Sekarang hanya bisa nostalgia di group chat line mengungkapkan kerinduan dengan cara kami masing-masing. Rasanya mau camp lagi, minta ke yayasan adain camp 2 nya hehehe. Ya mungkin itu ungkapan kenorakan rasa susah moveon pasca camp. Selamat menikmati kejamnya rindu.

Rusydina Alfiah
Divisi Rumah Bahagia

Komentar

  1. Memang camp itu cape tp selalu mengasikkan. Suatu saat akan jadi kenangan yang akan dirindukan. Siapa yang usil, siapa yang pendiam, siapa yang makan banyak. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahukah Kamu Perokok Pasif 3 Kali Lebih Berbahaya dari Perokok Aktif?

Banyak pakar kesehatan membuat pernyataan bahwa perokok pasif memiliki resiko mendapatkan penyakit berbahaya tiga kali lebih besar daripada perokok aktif. Pernyataan ini tentu saja tidak berarti bahwa perokok pasif sebaiknya menjadi perokok aktif agar resiko mendapatkan penyakit menurun. Namun, hal ini justru harus dijadikan perhatian bagi perokok aktif bahwa bahaya dari perilaku merokok mereka ternyata bisa menjangkiti keluarga tercinta.
Kosumsi rokok di Indonesia mencapai 215 miliyar batang per taunnya. Di indonesia ada 60% perokok, 59% diantaranya adalah laki laki  dan 37% nya perempuan (hasbihtc, 2011). Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagihan, walaupun mereka tidak ingin mencobanya lagi. Beberapa bahan bahkan begitu beracun sehingga beberapa pabrik “rokok” besar biasanya akan memiliki standar yang tinggi untuk membuang bahan-bahan beracun yang sangat berbahaya tersebut, jumlah perokok di Indonesia menduduk…

Pentingnya Leadership untuk Masa Depan Mahasiswa

Leadership atau biasa disebut kepemimpinan, merupakan cara seseorang untuk memimpin orang lain guna mencapai tujuan bersama. Seorang mahasiswa wajib memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi tidak bisa diperoleh dalam waktu satu malam, perlu pelatihan secara terus menerus. Sebenarnya dalam diri setiap manusia telah diberikan anugerah dan potensi yang besar oleh Tuhan Yang Maha Esa.Kita hanya perlu mengasah potensi yang telah diberikan agar bisa bermanfaat bagi sesama. Salah satu upaya untuk memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi adalah dengan ikut terlibat dalam berbagai kerjasama (teamwork) dalam suatu team. Bekerjasama dengan team membuat mahasiswa banyak belajar bagaimana memecahkan masalah, memberikan ide dan gagasan, mempengaruhi orang lain, serta merealisasikan ide dan gagasan tersebut dengan baik. Pemimpin masa depan dilahirkan dari pemuda masakini. Pemimpin yang saat ini bekerja untuk rakyat tidak serta merta memiliki leadership yang baik j…

Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Paguyuban KSE UIN Jakarta

Setelah kegiatan kami pada sosialisasi kepada para pengurus Paguyuban KSE UIN Jakarta, dengan berbagai pertimbangan dan waktu yang tersedia untuk kami. Saat ini kami segenap anggota Paguyuban KSE UIN Jakarta telah melaksanakan kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan.

      Kami memilih penyelenggaraan sosialisasi ini secara outdoor, dimana Kami mendatangi para pekerja,pedagang, dan lainnya yang berada diwilayah sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah  Jakarta. Kegiatan ini terselenggara pada tanggal 12 Januari 2016. Diawali dengan meeting point di Lobby Timur Fakultas Ilmu Tarbiyah & Keguruan (FITK).
       Dan dilanjutkan dengan pembukaan serta pengarahan dari Ketua Paguyuban KSE UIN Jakarta (Apipudin). Penjelasan singkat mengenai sistem sosialisasi yang kami lakukan. Didalam kegiatan ini Kami membagikan brosur BPJS Ketenagakerjaan serta menjelaskan dan menjawab pertanyaan - pertanyaan seputar BPJS Ketenagakerjaan. Kami menyebar secara bersama-sama, bekerjasama melakukan s…